Selasa, 31 Januari 2012

Rita Skeeter


 Rita Skeeter (lahir ±1951) adalah tokoh fiksi dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Ia bekerja sebagai reporter di harian Daily Prophet dan koresponden bagi Witch Weekly (tabloid penyihir remaja, terutama remaja putri).

Menggunakan alat sihir seperti Pena Bulu Kutip-Cepat yang secara otomatis salah-mengutip dalam wawancara, karakter ini jelas dimaksudkan sebagai satire bagi jurnalis semacam ini di dunia nyata.
Sebagai reporter yang suka mengarang-ngarang informasi dalam menulis artikel yang menarik, ia adalah seorang antagonis bagi Harry dan kawan-kawannya pada pemunculan pertama kalinya di buku keempat Harry Potter dan Piala Api.
Rita Skeeter diperankan oleh Miranda Richardson dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire yang diluncurkan pada tahun 2005.

Grawp

Grawp adalah raksasa fiksi, adik tiri Hagrid, dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling.
Menurut IMDb, dalam film adaptasi Harry Potter and the Order of the Phoenix Grawp akan ditampilkan sepenuhnya dengan computer-generated imagery (CGI) dan disuarakan oleh Tony Maudsley.

Dalam Harry Potter dan Orde Phoenix, Hagrid membawa Grawp dari tempat asalnya bersama para raksasa di gunung ke Hutan Terlarang di luar Hogwarts.
Grawp dan Hagrid lahir dari ibu yang sama, raksasa Fridwulfa. Ayah Hagrid adalah seorang penyihir, sementara ayah Grawp adalah seorang raksasa.
Grawp memiliki tinggi sekitar 4,9 meter (16 feet), yang menurut Hagrid adalah ukuran yang kecil untuk seorang raksasa. Jari-jarinya sebesar bola kriket (sekitar 22,5 cm diameternya). Grawp sering menjadi bulan-bulanan raksasa lainnya karena ukurannya yang kecil, dan karenanya Hagrid memutuskan untuk membawanya ke Hutan Terlarang. Grawp hanya mengenal beberapa kata dalam bahasa Inggris dan kelakuannya liar dan sulit diprediksi. Pada awalnya ia tampak acuh dengan usaha kakaknya untuk mengajarinya, dan malah lebih banyak berusaha meruntuhkan pohon-pohon.

Dalam pemunculan pertamanya di Hutan Terlarang, Grawp diawasi oleh Hagrid yang mengikatnya ke beberapa pohon. Setelah dipecat oleh Inkuisitor Agung Dolores Umbridge, Hagrid meninggalkan Hogwarts untuk melanjutkan pekerjaannya untuk Orde Phoenix; ia meninggalkan Grawp dan meminta Harry Potter, Hermione Granger, dan Ron Weasley untuk memeliharanya. Hal yang sangat mengejutkan mereka adalah ketika mereka terperangkap di antara para centaurus, Grawp membantu dan berhasil menghalau perhatian para centaurus itu dari Harry dan Hermione.

Dalam Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, Grawp pindah ke gunung, di mana perilakunya tampak semakin membaik. Ia juga menghadiri pemakaman Dumbledore bersama Hagrid, sudah bersikap sopan dan tenang ketimbang sebelumnya, dan berpakaian formal. Ia juga tampak sudah mengerti mengenai emosi, setidaknya secara luas, seperti ditampilkan menepuk-nepuk Hagrid untuk menghiburnya.

Sinopsis Harry Potter and the Half-Blood Prince

Harry Potter and the Half-Blood Prince adalah film keenam dari seri film Harry Potter yang didasarkan pada novel berjudul sama karya J. K. Rowling. Film ini disutradarai oleh David Yates yang juga menyutradarai film kelima, The Order of the Phoenix. Produser film adalah David Heyman dan David Barron[5], dengan Steve Kloves sebagai penulis skenario film, yang juga menulis skenario empat film pertama.[6] Pengambilan gambar dimulai pada 24 September 2007 dan film ini dirilis di bioskop-bioskop seluruh dunia pada 15 Juli 2009. Di Indonesia, film ini dirilis pada 16 Juli 2009.
Film ini dibuka dengan kesuksesan komersial dan memecahkan rekor pendapatan film pembukaan terbesar sepanjang masa. Dalam lima hari film ini juga memecahkan rekor pendapatan lima hari terbesar dari seluruh dunia. Film ini juga didedikasikan untuk aktor Rob Knox, yang memerankan Marcus Belby dalam film ini, dan terbunuh pada Mei 2008.

Plot

Khawatir dengan pengalaman pertemuannya dengan Voldemort di Kementerian Sihir, Harry Potter merasa enggan untuk kembali ke Hogwarts. Dumbledore mendorongnya untuk kembali, setelah mengajaknya untuk menemui seorang mantan guru Hogwarts, Horace Slughorn. Dengan bantuan Harry, ia berhasil membujuk Slughorn agar mau kembali mengajar di Hogwarts.
S
ementara itu, Pelahap Maut mulai menimbulkan kerusakan baik di kalangan Muggle (masyarakat manusia biasa non-sihir) maupun Penyihir. Mereka menghancurkan Jembatan Millennium serta menculik pembuat

tongkat sihir Mr. Ollivander dan menghancurkan tokonya di Diagon Alley.
Bellatrix Lestrange berhasil membujuk Severus Snape untuk melakukan Sumpah Tak Terlanggar dengan ibu Draco Malfoy, Narcissa. Sumpah ini memastikan agar Snape melindungi Draco dan menyelesaikan tugas yang diberikan Voldemort kepada Draco, jika Draco gagal melakukannya.

Harry, Ron, dan Hermione, ketika sedang berada di Diagon Alley, mengikuti lalu melihat Draco memeasuki toko Borgin and Burkes dan mengambil bagian dalam sebuah ritual bersama kelompok Pelahap Maut. Selanjutnya, ketiga sahabat ini terus mewaspadai tindak-tanduk Draco.

Di Hogwarts, sekolah diamankan secara ketat baik oleh pihak sekolah maupun Kementerian Sihir untuk memastikan agar Pelahap Maut tidak dapat mendekati sekolah tersebut. Dengan kembalinya Slughorn mengajar Ramuan, Snape kini mendapatkan posisi untuk mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Profesor McGonagall mendorong Harry dan Ron untuk mengambil kelas Ramuan, yang kini diajar Slughorn yang mau menerima siswa dengan nilai OWL yang lebih rendah. Harry dan Ron, yang tidak membeli buku teks karena tidak menduga bahwa mereka dapat mengambil kelas itu, dipinjami buku teksnya dari kelas Ramuan.
Buku pinjaman Harry sudah dibubuhi tulisan-tulisan petunjuk yang lebih tepat untuk membuat ramuan dan mantra-mantra lain, dan dengan segera membuat Harry menjadi siswa Ramuan nomor satu melebihi siswa lainnya di kelasnya. Harry menemukan di sampulnya bahwa buku itu pernah dimiliki oleh "Pangeran Berdarah-Campuran". Hermione mencari di perpustakaan namun tidak dapat menemukan apa-apa mengenai nama ini. Setelah mengikuti petunjuk tulisan 'Pangeran Berdarah-Campuran', Harry kemudian berhasil memenangkan hadiah cairan keberuntungan, Felix Felicis, dari Profesor Slughorn karena keberhasilannya membuat sebuah ramuan yang sangat sulit.

Aberforth Dumbledore

Aberforth Dumbledore, adalah karakter fiksi dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Aberforth adalah adik Albus Dumbledore. Dia adalah anggota awal dari Orde Phoenix, dan kemungkinan masih menjadi anggota, meski tidak pernah disebutkan.
Aberforth disebut sekilas dalam Harry Potter and the Goblet of Fire ketika Dumbledore mengatakan pada Harry dan Hagrid bahwa Aberforth tidak peduli ketika ia dituntut karena melakukan mantra tak pantas kepada seekor kambing. Tidak banyak yang diketahui tentang dia kecuali dia agak aneh dan kemungkinan tidak bisa membaca. Jim McManusmemerankan Aberforth dalam film Harry Potter and the Order of the Phoenix.

Aberforth adalah bartender Hog's Head di Hogsmeade, seperti yang diungkapkan J. K. Rowling dalam sebuah wawancara. Rowling mengungkapkan petunjuk pertama ada di Harry Potter and the Order of the Phoenix, ketika Harry melihat pelayan bar, seorang laki-laki tua dengan jenggot dan rambut beruban lebat panjang, jangkung dan kurus, yang rasanya pernah dilihatnya (sebelum itu Harry diperlihatkan foto Aberforth oleh Moody, dimana wajahnya mirip Dumbledore). Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince, Harry melihatnya berbicara dengan Mundungus Fletcher, yang ternyata mencoba menjual barang-barang yang dicurinya dari Grimmauld Place. Terakhir Aberforth muncul dalam pemakaman Dumbledore.
Biarpun tidak pernah disebut sebagai Aberforth, bartender di Hog’s Head kerapkali disebutkan oleh Dumbledore sebagai sumber informasi (karena beragamnya pengunjung Hog’s Head). Ketika Voldermort kembali ke Hogwarts untuk melamar pekerjaan sebagai guru sekitar 10 tahun setelah dia lulus, Dumbledore tahu bahwa ada beberapa pengikut Voldermort yang menunggunya di Hog’s Head. Dumbledore mengatakan ia mengetahuinya karena 'berteman dengan pelayan bar setempat'. Sybill Trelawney berkata pada Harry bahwa ketika ia diwawancarai Dumbledore untuk menjadi guru di Hogwarts di Hog’s Head, setelah dia sempat tidak sadar (karena mengucapkan Ramalan tentang Harry dan Voldermort), mereka diinterupsi ketika 'pelayan bar yang tidak tahu adat' bersama Severus Snape memasuki kamarnya.

Arabella Figg

Arabella Doreen Figg (lebih sering tertulis sebagai Mrs. Figg) adalah karakter fiksi dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Pertama kali disebutkan dalam Harry Potter and the Sorcerer's Stone yang sering diserahi tugas untuk menjaga Harry ketika Harry masih kecil oleh keluarga Dursley. Dia sangat menyukai kucing dan sering menunjukkan foto-foto kucingnya pada Harry.

Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix terungkap bahwa ternyata Mrs. Figg adalah Squib yang ditugasi Dumbledore untuk menjaga Harry. Dia selama ini memang sengaja membuat Harry tidak nyaman berada di rumahnya (misalnya dengan memberi Harry roti yang sudah tengik) supaya keluarga Dursley terus menitipkan Harry di rumahnya. Mrs. Figg kemudian memberikan kesaksian di hadapan Sidang Wizengamot bahwa Harry dan Dudley telah diserang oleh Dementor. Kesaksiannya sangat penting untuk Harry dalam melanjutkan studinya karena Kementerian Sihir bermaksud mengeluarkannya dari Hogwarts.

Menurut website Rowling, Squib sebenarnya tidak bisa melihat Dementor. Tetapi Mrs. Figg familiar dengan perasaan negatif yang disebabkan oleh para dementor, sehingga bisa mendeskripsikan secara akurat keadaan yang ditimbulkan ketika ada dementor. Meskipun, dia tampaknya berbohong ketika ia berkata bahwa ia melihat Dementor.

Dalam Harry Potter and the Half Blood Prince, Mrs. Figg menghadiri pemakaman Dumbledore di Hogwarts.
Di film Harry Potter and the Order of the Phoenix, Mrs. Figg akan diperankan oleh Kathryn Hunter

Irma Pince

Madam Irma Pince adalah tokoh fiksi Kepala Perpustakaan Sekolah Sihir Hogwarts di seri Harry Potter. Di film, ia diperankan oleh Sally Mortemore di Harry Potter and the Chamber of Secrets. Di buku, ia digambarkan seperti "burung hering yang kurang makan" yang sangat posesif terhadap buku-buku yang dikelolanya dan berusaha "melindungi" buku-bukunya dari murid-murid dengan memberikan mantera-mantera aneh kepada buku-buku itu.

Ketika Harry, Ron, dan Hermione mencoba untuk mencari tahu mengenai Nicolas Flamel di Harry Potter dan Batu Bertuah, Madam Pince menjadi seorang penghambat. Namun demikian, ia mau tidak mau mengizinkan mereka memasuki Area Terlarang di perpustakaan, karena mereka mendapatkan surat izin yang ditandatangani Gilderoy Lockhart dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia. Dalam Harry Potter dan Orde Phoenix, Pince mengusir Harry dan Ginny dari perpustakaan sebagai hukuman karena membawa coklat.

Di buku Quidditch dari Masa ke Masa, Madam Pince disebutkan dalam kata pembuka oleh Albus Dumbledore. Ia digambarkan sangat enggan untuk membiarkan salah satu buku yang diurusnya dipublikasikan kepada Muggle, sampai-sampai Dumbledore harus "berusaha keras melepaskan cengkeraman jarinya dari punggung buku itu". Madam Pince sendiri memberikan peringatan dalam buku itu, mengancam bahwa perusakan terhadap buku itu akan menerima "akibat yang mengerikan sebisa yang dapat saya lakukan".
Madam Pince tampil beberapa kali di film kedua, tapi tidak berbicara, walaupun kemungkinan bagiannya yang berbicara sebetulnya ada tapi dipotong belakangan.

Dalam buku keenam, ketika Harry dan Hermione berada di perpustakaan, Madam Pince mengusir mereka keluar, setelah melihat buku teks Harry yang dicoret-coret. Harry berpikir bahwa mungkin Pince sebetulnya terganggu karena mendengar percakapannya dengan Hermione bahwa mungkin Pince memiliki hubungan romantis dengan penjaga Hogwarts, Argus Filch. Sangat mengherankan bahwa mungkin Harry benar dalam hal ini—Filch dan Pince terlihat bersandingan ketika menghadiri pemakaman Dumbledore pada akhir buku.
"Pince" adalah kata Perancis untuk "mencubit" ("pinch" dalam bahasa Inggris).

Argus Filch

Argus Filch adalah tokoh fiksi penjaga sekolah Hogwarts dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Walaupun ia bukan merupakan karakter yang jahat, ia adalah seorang yang berwatak cepat marah dan keras, sehingga ia sangat tidak populer di kalangan murid-murid. Filch adalah seorang penjaga sangat mengekang, seperti larangan berada di luar asrama pada malam hari, yang membuat ketidaknyamanan bagi para murid. Tidak ada yang seperti Filch dalam pengetahuan mengenai jalan-jalan rahasia dan pintas di puri Hogwarts. Mungkin yang dapat melebihinya hanyalah James Potter dan kawan-kawannya (para 'Perampok') dan Fred dan George Weasley. Filch adalah musuh bebuyutan Peeves si hantu jail dan mereka-mereka yang berlaku ganjil.

Filch sering memanggil kucing peliharaannya, Mrs Norris, dengan "manisku". Sementara bagi kebanyakan murid, "ambisi terbesar adalah untuk menendang kucing itu". Jika Mrs Norris mendapati seorang murid melanggar peraturan, Filch akan segera tiba beberapa saat kemudian. Mrs Norris juga diketahui sering mengikuti Hagrid ke mana-mana di sekolah, nyata-nyata atas suruhan Filch - hal yang menunjukkan hubungan yang luar biasa antara si kucing dan pemiliknya.

Nama "Argus" berasal dari mitologi Yunani, yakni nama seorang raksasa dengan seratus mata yang melayani dewi Hera sebagai penjaga (hampir seperti tugas Filch berpatroli di gang-gang di Hogwarts). Beberapa versi mitologi ini, Argus digambarkan hanya memiliki empat mata, bukan seratus, hampir seperti Mrs Norris yang sepertinya memiliki hubungan fisik dengan Filch, seakan-akan mereka berbagi dua pasang mata. Nama belakang "Filch" adalah kata dalam bahasa Inggris yang berarti "mencuri (secara kecil-kecilan)". Nama kucingnya, "Mrs Norris" berasal dari novel karya Jane Austen Mansfield Park[1]. Dalam karya Austen, Mrs Norris adalah seorang karakter yang suka ikut campur, yang membuat hidup tokoh utamanya, Fanny Price, menjadi susah (walaupun tokoh Bibi Norris di novel Austen lebih mirip dengan Petunia Dursley ketimbang kucing Filch).

Narcissa Malfoy

Narcissa "Cissy" Malfoy (diperankan oleh Helen McCrory) adalah tokoh fiksi dalam kisah Harry Potter karangan penulis Inggris J.K. Rowling. Narcissa Malfoy (terlahir Black) merupakan putri bungsu dari pasangan penyihir berdarah murni dari Keluarga Black yakni Cygnus Black dan istrinya Druella Black (Terlahir Rosier).
Cissy memiliki ciri-cirinya adalah mata berwarna biru dan berambut pirang (ciri keluarga Black).
Narcissa Malfoy Lahir tahun 1955 (menurut J.K Rowling). Narcissa adalah ibu dari Draco Malfoy dan istri dari pelahap maut Lucius Malfoy. Narcissa memiliki dua orang kakak perempuan yaitu Bellatrix Lestrange (Terlahir Black) dan Andromeda Tonks (Terlahir Black).
Narcissa adalah bibi dari pihak ibu dari Nymphadora Tonks Black. Setelah pertempuran di Hogwarts ia memiliki satu orang cucu laki-laki dari putra tunggalnya Draco dan bernama Scorpius Malfoy dengan penyihir berdarah murni Astoria Greengrass.
Astoria Greengrass adalah adik perempuan sahabat dan seangkatan Draco Malfoy di Hogwarts yang juga murid asrama Slytherin, yang bernama Daphne Greengrass.

Keluarga dan peranan dalam cerita

Narcissa mempunyai ayah mertua bernama Abraxas Malfoy. Narcissa memiliki kakak ipar laki-laki dari kakak sulungnya Bellatrix yang bernama Rodolphus Lestrange dan saudara laki-laki Rodolphus Lestrange yaitu Rabastan Lestrange yang juga pelahap maut. Kakak ipar dari kakak kedua Narcissa berketurunan bukan penyihir (atau Mudblood / Muggle) bernaman Ted Tonks. Setelah kakaknya Andromeda Tonks menikah dengan Ted Tonks namanya dihapus dari keluarga Black oleh bibinya Walburga Black,ibu dari Sirius Black.

Narcissa tinggal di Malfoy Manor (Rumah Besar Keluarga Malfoy) bersama Suaminya Lucius Malfoy dan putra tunggalnya Draco Malfoy. Hampir semua keturunan keluarga Malfoy masuk di asrama Slytherin di Sekolah Sihir Hogwarts. Narcissa sendiri adalah salah satu siswi asrama Slytherin. Meskipun ia sepaham dengan suaminya mengenai kemurnian darah, tetapi ia lebih mencemaskan kekayaan keluarga dibandingkan membantu Voldemort dalam memperluas kekuasaan, sehingga ia tidak masuk jajaran Pelahap Maut.
Pada buku keenam Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Narcissa mengunjungi Severus Snape bersama kakak sulungnya Bellatrix Lestrenge. Narcissa juga mengajukan dan membuat sumpah dengan Severus Snape di rumahnya di Spinner End. Sumpah ini di kenal dengan nama Unbreakable Vow atau Sumpah tak terlanggar di awal buku keenam Harry Potter untuk menyelamatkan putra yang disayanginya dari Pangeran Kegelapan yang memberi misi pada Draco untuk membantunya memasuki Sekolah Sihir Hogwarts. Ini menunjukkan bahwa ia sangat protektif terhadap anak tunggalnya itu.

Macam-Macam Peri Rumah di Harry Potter

Dobby

 Dobby adalah Peri Rumah Bebas (sebeumnya adalah milik keluarga Malfoy) yang berusaha untuk membantu Harry terhadap rencana jahat Malfoy. Setelah memperingatkan Harry, Dobby menghukum dirinya sendiri dengan hebat sehingga kedua tangannya harus dibalut. Ia kemudian dibebaskan oleh Harry dengan mempergunakan kaos kakinya. Dia sangat memuja dan memiliki kesetiaan yang sangat besar kepada Harry Potter (bahkan sebelum dibebaskan dari keluarga Malfoy), meskipun diceritakan bahwa dia memiliki pekerjaan baru di Hogswart tapi loyalitasnya tetap diberikan kepada Harry Potter, beberapa hal dilakukan olehnya untuk Harry POtter antara lain mengusulkan penggunaan ruang kebutuhan untuk latihan Laskar Dumbledore dan menjadi mata-mata untuk mengawasi Draco Malfoy, berkelahi dengan Kreacher karena kreacher benci melayani Harry Potter dan yang paling hebat adalah menyelamatkan Harry Potter dan beberapa orang lainnya dari kediaman keluarga malfoy yang dibayar dengan nyawanya. Dikisahkan pada akhir hidupnya dia menyelamatkan Trio Emas (Harry Potter, Ron Weasley dan Hermone Granger) dan beberapa orang lainnya (Dean Thomas,Luna Lovegood,Olivander,Griphook) dari Malfoy Manor, Bellatrix Lestage-lah yang telah membunuhnya dengan lemparan belati yang tepat menancap didada. Dia dimakamkan di Shell Cottage oleh Harry Potter.